Ketika Yoga pertama kali bertemu Widya di studio akting milik ayah angkatnya pada tahun 2014, ia langsung menaruh hati kepadanya. Dia melihat Widya sebagai wanita yang elegan, lembut, dan menenangkan, namun status hubungan Widya menghalangi niatnya. “Saat itu dia sudah memiliki kekasih, jadi saya tidak berharap banyak. Berteman dengannya sudah lebih dari cukup,” Yoga mengakui. Dan itulah mereka pada saat itu, hanya sepasang teman.

 

Namun, nasib seperti mengatakan sebaliknya. Yoga dan Widya terus menerus disatukan kembali. Bahkan ketika mereka terpisah setelah menyelesaikan studi akting, mereka menemukan satu sama lain dan berhubungan kembali untuk membuat konten video bersama di YouTube dan Instagram. Setelah satu tahun Yoga menjaga perasaan pada diri sendiri, Widya akhirnya mengakhiri hubungan dengan pacarnya. “Saat itulah saya menemukan jalan masuk ke hatinya!” kata Yoga dengan gembira. Dia memberanikan diri untuk mendatangi orang tua Widya untuk meminta restu mereka, dan akhirnya, Yoga dan Widya secara resmi berpasangan. Hubungan pasangan ini juga tidak luput dari tantangan. Mereka sempat berpisah untuk sementara waktu dan kemudian berdamai, lebih kuat dari sebelumnya. Pasangan ini saling mendukung untuk mewujudkan pernikahan impian mereka di tahun 2018.

 

“Kami memiliki daftar checklist persiapan pernikahan, dan bersama-sama kami membuat semuanya menjadi realita,” jelas Yoga. Mereka sudah memiliki beberapa vendor yang ingin mereka kejar, seperti SVARNA oleh IKAT Indonesia untuk mewujudkan baju pengantin impian dan Petty Kaligis sebagai penata rias. Untuk konsep pernikahan, Yoga dan Widya selalu menginginkan tema pedesaan yang rustic dan didampingi suasana serba putih. Dengan bantuan Elior Design, mereka pun mengangkat konsep rustic dengan sentuhan klasik dan modern.

Meja makan venue dilengkapi hiasan bunga putih dengan sentuhan dedaunan hijau, sementara panggung pelaminan didekorasi dengan kursi kayu sederhana dan tule putih untuk kursi pengantin pria dan wanita. Selama resepsi, pasangan tersebut memutuskan untuk memakai abu-abu yang terinspirasi dari warna batu dan karang untuk mengapresiasi alam tempat mereka melangsungkan pesta.

 

Mereka juga mempraktekkan satu set lengkap upacara tradisi Sunda, seperti panggih, ngababakeun, sawer, dan huap lingkup. Permainan seru serta pidato pribadi dari pelatih akting serta teman-teman terdekat mereka menjadi sorotan utama dari selebrasi cinta Yoga dan Widya yang hangat sekaligus berkelas.